Sabtu, 25 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Catatan Ringan

Rakyat Wajib Di-Uwongke

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
25 Juli 2026
in Catatan Ringan
A A
0
OPINI: Ganjar Pranowo (Foto: TikTok Ganjar Pranowo)

OPINI: Ganjar Pranowo (Foto: TikTok Ganjar Pranowo)

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: 

BRO AWING sketsa - Rakyat Wajib Di-Uwongke

AKUN TikTok riefatdhr mendadak viral. Videonya menuai simpati netizen. Sudah ditonton tiga juta orang dan lima ribuan komentar per Jumat (24/7/2026). Salah seorang penontonnya adalah mantan Calon Presiden Pemilu 2024, Ganjar Pranowo.

Pemilik akun tersebut membagikan kabar duka di pagi hari. Persis saat akan berangkat ke kantor. ”Gue kena layoff jam 07.19 pagi. Pas banget baru masuk KRL mau berangkat ke kantor,” tulisnya.

Artikel Terkait

Negara Didikte 

Super Holding Kian Nyaring

Tunggu Plong

Ganjar mengomentari unggahan riefatdhr tersebut dengan mem-posting video berdurasi 7 menit 21 detik di akun TikTok resminya pada Rabu (22/7/2026).  Politikus PDIP tersebut di awal video berargumen sebagaimana netizen lainnya. Dia merasa heran dengan kebijakan perusahaan tersebut yang memecat karyawan mendadak.

”Saya gak bisa bayangkan gimana rasanya. Tapi pertanyaan saya persis sama seperti kebanyakan netizen di kolom komentar. Kok seperti enteng banget ya perusahaan mem-PHK karyawan. Mbok ya biar masuk kantor dulu, diajak bicara baik-baik. Lalu dijelaskan alasannya ya di-uwongke (memanusiakan manusia, Red) gitu lah,” kata Ganjar dalam unggahannya tersebut.

Dia mengkritik kebijakan perusahaan tersebut yang tidak memperlakukan karyawan sebagai aset. ”Maksud saya gini, kan katanya ya karyawan itu aset perusahaan. Kalau aset ya perlakukanlah seperti aset. Bukan beban. Sebab, mau sekecil apa pun jabatannya, karyawan itu sudah membantu dan berkontribusi untuk perusahaan,” ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, riefatdhr adalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus PHK yang terjadi belakangan ini. Dia mengutip data dari Kementerian Tenaga Kerja pada lima bulan pertama tahun 2026 (Januari–Mei) ada sekitar 23 ribu pekerja terkena PHK. Dari jumlah tersebut, riefatdhr mungkin bisa dibilang masih beruntung. Karena videonya viral, tidak sedikit pihak yang simpati di kolom komentar dan menawarkannya pekerjaan.

Lalu, bagaimana dengan nasib para korban PHK lainnya yang mungkin jumlahnya terus bertambah. Berdasar pengalaman organisasi nirlaba yang dia bangun, Teman Bersama.id, psikologis para korban PHK rentan mengalami tekanan. ”Ada yang pura pura berangkat kerja. Kenapa? Hanya untuk menghindari pertanyaan tetangga atau nggak mau terlihat nganggur. Ada juga yang sampai depresi berat karena tekanan mertua, lalu masuk rumah sakit jiwa,” beber Ganjar.

Apa yang disampaikan Ganjar itu adalah potret kondisi pekerja di tanah air saat ini. Berangsur-angsur perusahaan gulung tikar. Investor lari. Efeknya, angka penganggguran terus bertambah. Sementara 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan duet Prabowo-Gibran belum terealisasi.

PHK, layoff, dirumahkan, efisiensi sumber daya, dan apa pun itu sebutannya, jelas membuat sesak dada. Perlu kesiapan mental. Sebab, tantangan datang dari internal keluarga dan eksternal. Opsi berwirausaha saat ini mungkin tidak relevan. Selain butuh modal dan keterampilan, juga diperlukan daya beli pasar. Seperti kita ketahui, in this economy membuat para pelaku usaha merugi, bahkan bangkrut.

Kebijakan Prabowo-Gibran yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut-sebut netizen adalah biang keroknya. Dua program tersebut dituding membuat kocek APBN bolong. Bahkan untuk menambalnya, pemerintah justru memperbesar hutang yang efeknya harus ditanggung renteng sampai anak cucu. Kebijakan tersebut jelas membuat multiplayer effect terhadap ekonomi nasional yang kian terpuruk.

Bagaimana menurut Anda? Apakah rakyat sudah di-uwongke, sebagaimana kata Ganjar? Sudah saatnya kah seluruh elemen masyarakat turun ke jalan? Perlukah mendukung gerakan stop bayar pajak? Semua itu jawabannya kembali pada Anda, sejauh mana kita peduli terhadap masa depan bangsa. (*)

 

 

 

 

TerkaitBerita

retret kepala daerah
Catatan Ringan

Negara Didikte 

oleh Editor : Hairul
24 Februari 2025
Danantara
Catatan Ringan

Super Holding Kian Nyaring

oleh Editor : Hairul
17 Februari 2025
Plong
Catatan Ringan

Tunggu Plong

oleh Editor : Hairul
25 April 2024
Emansipasi Wanita
Catatan Ringan

Pemikiran Kartini

oleh Editor : Hana
21 April 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

25 Juli 2026
Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi

Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi

25 Juli 2026
Lestari Moerdijat: Mendidik Adalah Tindakan Optimisme untuk Menjamin Masa Depan Bangsa

Lestari Moerdijat: Mendidik Adalah Tindakan Optimisme untuk Menjamin Masa Depan Bangsa

25 Juli 2026
PAMERAN TAHUNAN: Konferensi pers menjelang pameran internasional industri audio, visual, lighting, dan musik digelar di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara yang diinisiasi oleh Krista Exhibitions Group tersebut diberi nama PRO AVL Indonesia 2026. Kegiatan itu akan berlangsung sejak 28 - 31 Juli 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

PRO AVL Indonesia 2026 Tahun Ini Hadir di NICE PIK 2 Tangerang

25 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4035 shares
    Share 1614 Tweet 1009
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BMW New iX3, SUV Listrik Premium dengan Performa Tinggi dan Teknologi Masa Depan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya