OLEH:

AKUN TikTok riefatdhr mendadak viral. Videonya menuai simpati netizen. Sudah ditonton tiga juta orang dan lima ribuan komentar per Jumat (24/7/2026). Salah seorang penontonnya adalah mantan Calon Presiden Pemilu 2024, Ganjar Pranowo.
Pemilik akun tersebut membagikan kabar duka di pagi hari. Persis saat akan berangkat ke kantor. ”Gue kena layoff jam 07.19 pagi. Pas banget baru masuk KRL mau berangkat ke kantor,” tulisnya.
Ganjar mengomentari unggahan riefatdhr tersebut dengan mem-posting video berdurasi 7 menit 21 detik di akun TikTok resminya pada Rabu (22/7/2026). Politikus PDIP tersebut di awal video berargumen sebagaimana netizen lainnya. Dia merasa heran dengan kebijakan perusahaan tersebut yang memecat karyawan mendadak.
”Saya gak bisa bayangkan gimana rasanya. Tapi pertanyaan saya persis sama seperti kebanyakan netizen di kolom komentar. Kok seperti enteng banget ya perusahaan mem-PHK karyawan. Mbok ya biar masuk kantor dulu, diajak bicara baik-baik. Lalu dijelaskan alasannya ya di-uwongke (memanusiakan manusia, Red) gitu lah,” kata Ganjar dalam unggahannya tersebut.
Dia mengkritik kebijakan perusahaan tersebut yang tidak memperlakukan karyawan sebagai aset. ”Maksud saya gini, kan katanya ya karyawan itu aset perusahaan. Kalau aset ya perlakukanlah seperti aset. Bukan beban. Sebab, mau sekecil apa pun jabatannya, karyawan itu sudah membantu dan berkontribusi untuk perusahaan,” ungkap Ganjar.
Menurut Ganjar, riefatdhr adalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus PHK yang terjadi belakangan ini. Dia mengutip data dari Kementerian Tenaga Kerja pada lima bulan pertama tahun 2026 (Januari–Mei) ada sekitar 23 ribu pekerja terkena PHK. Dari jumlah tersebut, riefatdhr mungkin bisa dibilang masih beruntung. Karena videonya viral, tidak sedikit pihak yang simpati di kolom komentar dan menawarkannya pekerjaan.
Lalu, bagaimana dengan nasib para korban PHK lainnya yang mungkin jumlahnya terus bertambah. Berdasar pengalaman organisasi nirlaba yang dia bangun, Teman Bersama.id, psikologis para korban PHK rentan mengalami tekanan. ”Ada yang pura pura berangkat kerja. Kenapa? Hanya untuk menghindari pertanyaan tetangga atau nggak mau terlihat nganggur. Ada juga yang sampai depresi berat karena tekanan mertua, lalu masuk rumah sakit jiwa,” beber Ganjar.
Apa yang disampaikan Ganjar itu adalah potret kondisi pekerja di tanah air saat ini. Berangsur-angsur perusahaan gulung tikar. Investor lari. Efeknya, angka penganggguran terus bertambah. Sementara 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan duet Prabowo-Gibran belum terealisasi.
PHK, layoff, dirumahkan, efisiensi sumber daya, dan apa pun itu sebutannya, jelas membuat sesak dada. Perlu kesiapan mental. Sebab, tantangan datang dari internal keluarga dan eksternal. Opsi berwirausaha saat ini mungkin tidak relevan. Selain butuh modal dan keterampilan, juga diperlukan daya beli pasar. Seperti kita ketahui, in this economy membuat para pelaku usaha merugi, bahkan bangkrut.
Kebijakan Prabowo-Gibran yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut-sebut netizen adalah biang keroknya. Dua program tersebut dituding membuat kocek APBN bolong. Bahkan untuk menambalnya, pemerintah justru memperbesar hutang yang efeknya harus ditanggung renteng sampai anak cucu. Kebijakan tersebut jelas membuat multiplayer effect terhadap ekonomi nasional yang kian terpuruk.
Bagaimana menurut Anda? Apakah rakyat sudah di-uwongke, sebagaimana kata Ganjar? Sudah saatnya kah seluruh elemen masyarakat turun ke jalan? Perlukah mendukung gerakan stop bayar pajak? Semua itu jawabannya kembali pada Anda, sejauh mana kita peduli terhadap masa depan bangsa. (*)










