KOTA TANGSEL, koranindopos.com – Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, angka demam berdarah dengue (DBD) pada 2021 tercatat lebih dari 200 kasus.
”Itu berdasar data Januari hingga Oktober 2021 ada 219 kasus DBD di Tangsel. Mereka menjalani perawatan intensif di rumah sakit negeri maupun swasta,’’ katanya kepada awak media di kawasan Serpong pada Kamis (11/10).
Allin menuturkan, angka kasus DBD tinggi karena peralihan musim pancaroba. Dari ratusan warga yang terjangkit, kebanyakan berusia dewasa dan penghuni permukiman padat penduduk. ”Alhamdulillah enggak ada warga yang meninggal,’’ ucapnya.
Meski kasus tersebut sudah menembus di atas 200, jika dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama, jumlah kasus DBD di Tangsel tahun ini terbilang lebih rendah. Dinkes Tangsel mencatat, pada Januari sampai Oktober 2020, kasus DBD di Tangsel mencapai 471 kasus.
’’Jadi, cukup rendah. Tapi, ini tidak boleh membuat kami lalai dan tidak waspada. Tetap 3M prokes dan 3M pencegahan DBD. Itu terus kami galakkan,’’ ujarnya.
Allin menyampaikan, untuk mencegah kenaikan kasus tersebut, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan DBD. Misalnya, menjaga pola hidup sehat serta kesehatan lingkungan.
Selain itu, pihaknya meminta masyarakat untuk menjadi kader jumantik di lingkungan sekitarnya. ’’Kita juga sama-sama harus menjaga kesehatan lingkungan. Tidak boleh dilupakan sekarang musim hujan. DBD mulai ada lagi,’’ tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel Ronald Adrianto mengungkapkan, sejak Agustus sampai pertengahan September, pihaknya merawat 43 pasien DBD. Angka kasus DBD tinggi karena saat ini memasuki pergantian musim atau pancaroba.
’’Agustus kami merawat sekitar 22 pasien. Pada 1 sampai 15 September, sudah 21 pasien yang dirawat karena DBD,’’ ungkapnya. (ast/brg)










