koranindopos.com – Jakarta. KAI Commuter mencatat adanya penurunan signifikan jumlah penumpang KRL pada hari pertama penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah pengguna KRL di wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 335.268 orang.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 27 persen dibandingkan dengan Jumat sebelumnya sebelum kebijakan WFH diberlakukan, di mana jumlah penumpang mencapai 460.184 orang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa penurunan ini terlihat jelas terutama di sejumlah stasiun yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintahan serta stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi lain.
“Penurunan volume pengguna cukup terasa, khususnya di titik-titik yang biasanya dipadati pekerja sektor pemerintahan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Salah satu contoh terlihat di Stasiun Bogor, yang menunjukkan tren penurunan jumlah penumpang hingga siang hari. Biasanya, stasiun ini menjadi salah satu titik keberangkatan utama para komuter menuju pusat aktivitas di Jakarta dan sekitarnya.
Kebijakan WFH bagi ASN ini tampaknya mulai memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, khususnya pengguna transportasi publik seperti KRL. Jika kebijakan ini terus diterapkan, bukan tidak mungkin pola pergerakan penumpang di Jabodetabek akan mengalami perubahan yang lebih permanen.
KAI Commuter sendiri akan terus memantau perkembangan jumlah pengguna serta menyesuaikan layanan guna memastikan operasional tetap berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat.(dhil)










