Koranindopos.com, Jakarta – Tanggal 1 Juni 2026 menjadi momen yang sangat bersejarah dan penuh makna bagi seluruh keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Pada hari tersebut, perusahaan tidak hanya memperingati Hari Lahir Pancasila, tetapi juga merayakan hari jadinya yang ke-27 tahun. Dua peristiwa besar yang jatuh pada hari yang sama ini menjadi pengingat penting bahwa seluruh derap langkah berekspansi dan melayani masyarakat tidak boleh terpisah dari nilai-nilai kebangsaan.
Rangkaian acara sakral ini diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung secara khidmat di Gor Soemantri, Jakarta. Sebanyak lebih dari 2.700 karyawan PNM berkumpul dan menyatukan visi dalam upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Melalui momentum ini, seluruh Insan PNM diajak untuk meresapi sekaligus mengaplikasikan nilai luhur dasar negara dalam setiap kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Semangat pancasilaistis tersebut dinilai sangat selaras dengan mandat utama yang diemban oleh PNM dalam mengentaskan kemiskinan dan mendampingi jutaan masyarakat prasejahtera. Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan yang bersendikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Pihaknya berkomitmen untuk terus membuka akses peluang yang setara bagi kelompok usaha cilik agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa ditinggalkan dalam roda pembangunan nasional.
Tantangan di sektor pemberdayaan ekonomi mikro ke depan dipastikan akan semakin dinamis dan kompleks seiring perkembangan zaman. Kendati demikian, manajemen optimis bahwa integrasi yang kuat di internal perusahaan akan mampu menjawab segala rintangan tersebut demi memberikan dampak sosial yang lebih masif.
”Tugas PNM ke depan tentu semakin menantang, tetapi dengan tekad yang kuat dan sinergi yang berkelanjutan, kita pasti mampu menghadirkan pembiayaan dan pemberdayaan yang memberi manfaat lebih,” ungkap Kindaris.
Visi besar korporasi tersebut senantiasa dipandu oleh filosofi ulang tahun kali ini, yakni senantiasa bersama di setiap langkah dan setia menemani di setiap perjalanan masyarakat. Kompas organisasi ini dipercaya akan semakin memperluas jangkauan pembiayaan serta pendampingan UMKM hingga ke daerah-daerah pelosok terluar di Indonesia.
Langkah strategis PNM tahun ini dipastikan semakin kokoh menyusul adanya perubahan penting pada struktur kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna. Perubahan regulasi ini secara resmi mengembalikan status hukum PNM menjadi perusahaan persero kembali. Transformasi struktural ini disambut sebagai suntikan bahan bakar baru yang krusial bagi korporasi untuk mengakselerasi program-program pemberdayaan yang jauh lebih progresif.
Menapaki usia yang ke-27, manajemen PNM menyadari sepenuhnya bahwa indikator kesuksesan perusahaan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga dari kontribusi terhadap kelestarian alam. Oleh karena itu, ekspresi rasa syukur atas pencapaian usia baru ini diwujudkan melalui sebuah gerakan nyata yang berdampak langsung pada ekosistem lingkungan.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, PNM menggerakkan seluruh elemen perusahaannya secara serentak di 58 wilayah yang tersebar di nusantara untuk melakukan penanaman 27.000 bibit pohon. Program penghijauan masal ini dirancang khusus untuk memulihkan keseimbangan alam sekaligus menciptakan warisan ekologi yang sehat bagi generasi penerus bangsa.
“Di usia yang ke-27, PNM memahami bahwa setiap langkah pemberdayaan sejatinya adalah ikhtiar menumbuhkan harapan,” katanya.
Melalui perayaan ganda ini, PNM menegaskan kembali posisinya bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan motor penggerak kesejahteraan yang berkelanjutan. Transformasi dari sektor finansial hingga aksi pelestarian alam menjadi bukti nyata bahwa nilai Pancasila telah membumi dalam setiap aspek operasional perusahaan. (RIS/Hend)










