Selasa, 15 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

OVO Wakili Industri Indonesia di Evaluasi Standar Anti-Pencucian Uang

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
24 Juli 2022
in Bisnis
A A
0
OVO
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, OVO, tekfin unicorn pertama di Indonesia yang berfokus pada platform pembayaran digital dan layanan finansial, terpilih untuk turut serta mendukung upaya Indonesia untuk menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF), yaitu badan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme internasional.

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyampaikan, “Suatu kehormatan besar bagi OVO terpilih mengikuti proses penilaian yang dilakukan oleh tim asesor FATF. OVO senantiasa mendukung upaya pemerintah melalui kepatuhan dan penerapan aturan APU-PPT dari Bank Indonesia dan PPATK. Selain itu, ini merupakan kesempatan untuk berkontribusi lebih demi kemajuan industri dan negara, bahkan di ranah global.”

Indonesia merupakan satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota penuh FATF. Upaya Indonesia untuk menjadi anggota penuh FATF sudah berjalan sejak awal tahun 2018 atau pasca Indonesia telah dilakukan penilaian kepatuhan atas FATF Recommendation oleh Asia/Pacific Group on Money Laundering (APG), dimana Indonesia resmi berstatus “Observer” sejak Juni 2018. Upaya Indonesia ini diiringi dengan peningkatan regulasi dan implementasi program anti-pencucian uang (APU) dan pencegahan pendanaan terorisme (PPT).

Tim Asesor Mutual Evaluation Review (MER) FATF yang terdiri dari perwakilan 9 negara, akan mengunjungi Indonesia mulai tanggal 18 Juli 2022 hingga 4 Agustus 2022 untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan Indonesia dalam penerapan program APU-PPT sesuai dengan rekomendasi FATF. OVO bersama dengan regulator dan perwakilan lembaga penyedia jasa keuangan industri lainnya terlibat dalam proses evaluasi ini, yang nantinya akan menentukan keanggotaan penuh Indonesia di FATF.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

LENCIR Raih Brand Choice Award 2026, Perkuat Inovasi di Industri Wellness Indonesia

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.607 Pagi Ini

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, “Keanggotaan penuh di FATF adalah pembuktian stabilitas dan integritas sistem keuangan Indonesia, sehingga dapat membawa sejumlah manfaat termasuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.  Kepesertaan OVO sebagai salah satu platform pembayaran digital nasional yang sudah konsisten melaksanakan program program APU dan PPT dalam beberapa tahun terakhir, diharapkan dapat meloloskan Indonesia untuk menjadi anggota penuh FATF, sebagai cita-cita negara yang sudah dicanangkan sejak 2018.”

Dalam penilaian PPATK, peranan platform pembayaran digital seperti OVO semakin penting dalam  menegakkan prinsip-prinsip APU-PPT di era digital,  di mana saat ini masyarakat dapat melakukan transaksi dari mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, identifikasi dan verifikasi pengguna jasa memiliki peranan yang sangat penting terutama pada perusahaan tekfin di mana tidak terjadi tatap muka dengan masyarakat.

Untuk itu, OVO terus menerapkan dan memanfaatkan inovasi serta teknologi baru guna menjaga prinsip-prinsip APU-PPT sesuai acuan regulator, dengan mengacu kepada prinsip-prinsip perlindungan data pribadi dalam sejumlah peraturan perundang-undangan dan regulasi yang berlaku, serta beradaptasi dengan praktik-praktik terbaik yang dilakukan dalam industri tekfin.

Keputusan tim FATF akan disampaikan pada Plenary Meeting pada Februari 2023 mendatang.

Topik: OVOtekfin unicorn

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
15 September 2026
Lencir
Bisnis

LENCIR Raih Brand Choice Award 2026, Perkuat Inovasi di Industri Wellness Indonesia

oleh Editor : Hana
14 September 2026
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.607 Pagi Ini
Bisnis

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.607 Pagi Ini

oleh Editor : Affandy
14 September 2026
Jembatani Peluang Transnasional, Yellow Stone Management Perluas Jaringan Bisnis ke Indonesia
Ekonomi

Jembatani Peluang Transnasional, Yellow Stone Management Perluas Jaringan Bisnis ke Indonesia

oleh Editor : Akula
14 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Pasar, Mirae Asset Soroti Kredibilitas Fiskal

Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Pasar, Mirae Asset Soroti Kredibilitas Fiskal

15 September 2026
Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan

15 September 2026
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

15 September 2026
Citizen Attesa CC4084-83Z Resmi Masuk AS, Jam Titanium Ini Tak Perlu Ganti Baterai

Citizen Attesa CC4084-83Z Resmi Masuk AS, Jam Titanium Ini Tak Perlu Ganti Baterai

15 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4547 shares
    Share 1819 Tweet 1137
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya