koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan fenomena El Nino sebagai momentum untuk mempercepat proyek normalisasi dan pengerukan sungai di ibu kota. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir yang kerap melanda Jakarta saat musim hujan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, curah hujan di Jakarta akan mulai menurun pada pertengahan April hingga September 2026. Kondisi ini dinilai ideal untuk melakukan pekerjaan pengerukan sungai secara lebih intensif.
“Mulai pertengahan bulan April ini yang diprediksi oleh BMKG curah hujannya menurun, ada El Nino sampai dengan bulan September, maka Pemerintah DKI Jakarta akan konsentrasi untuk melakukan pengerukan dan juga normalisasi sungai-sungai yang ada,” ujar Pramono saat meninjau pengerukan Kali Kanal Banjir Barat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
Sejumlah aliran air utama menjadi fokus dalam program ini, di antaranya Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Ketiga wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai titik rawan banjir akibat sedimentasi dan penyempitan aliran sungai.
Pemanfaatan periode El Nino ini dinilai strategis karena kondisi cuaca yang relatif lebih kering memungkinkan pengerjaan proyek berjalan lebih cepat dan efisien. Selain itu, risiko gangguan akibat hujan deras juga dapat diminimalkan, sehingga target penyelesaian dapat dicapai sesuai rencana.
Dengan percepatan normalisasi dan pengerukan sungai, Pemprov DKI Jakarta berharap kapasitas tampung aliran air meningkat secara signifikan. Hal ini diharapkan mampu menekan potensi banjir, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat di wilayah ibu kota.
Langkah ini juga menunjukkan pendekatan adaptif pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika perubahan iklim, dengan memanfaatkan kondisi alam untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.(dhil)










