koranindopos.com, Tanah Datar, Sumatra Barat — PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh. Melalui program Pertamina Peduli, perusahaan energi nasional ini secara konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat Pertamina dalam membantu warganya, khususnya dalam dukungan distribusi energi dan logistik selama masa tanggap darurat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensi dan bantuan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga, terutama dalam dukungan BBM yang telah disalurkan. Bantuan ini sangat berarti dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Tanah Datar,” ujar Eka Putra.
Bantuan yang disalurkan Pertamina mencakup berbagai kebutuhan mendesak, seperti selimut, kasur harian, serta bahan pangan berupa beras, minyak goreng, mie instan, susu, sarden, dan air mineral. Selain itu, Pertamina juga menyalurkan LPG Bright Gas 12 kg untuk mendukung aktivitas dapur umum dan kebutuhan memasak di posko pengungsian Jorong Marambi.
Relawan Pertamina Peduli, termasuk Vice President Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Foundation, Probo Prasiddhahayu, turut hadir langsung di lokasi pengungsian untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Kehadiran relawan juga memberikan dukungan moril kepada para penyintas.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban bapak-ibu sekalian. Kami berdoa agar seluruh warga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Probo. Ia menambahkan bahwa pada awal masa tanggap darurat, tenaga medis yang didukung Pertamina telah menangani lebih dari 200 warga, mulai dari bayi hingga dewasa.
Selain bantuan logistik, Pertamina juga memastikan ketersediaan energi di wilayah terdampak. Penyaluran BBM menjadi faktor penting untuk menjaga mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas relawan, serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Hingga 11 Desember 2025, Pertamina Peduli telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada lebih dari 84 ribu jiwa di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Pertamina juga mendirikan 164 posko dan 111 dapur umum, serta menyalurkan bantuan energi berupa 235 tabung LPG Bright Gas 12 kg, 26 kiloliter BBM jenis Dexlite dan Pertamax, serta 120 kiloliter Avtur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus hadir mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana. Distribusi energi, menurutnya, dilakukan melalui berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, termasuk penggunaan metode sling load dengan helikopter untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina akan hadir dalam situasi apa pun dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negeri dan masyarakat Indonesia,” ujar Baron.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina juga terus mendorong pencapaian Net Zero Emission 2060 serta menjalankan program-program yang berdampak langsung pada Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh inisiatif tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan. (rls/sh)















