koranindopos.com – Jakarta. Kasus pembunuhan wanita yang jasadnya ditemukan tinggal tulang di wilayah Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat terus terungkap. Polisi mengungkap bahwa pelaku, Ahmad Ronny Hasiholan (44), sempat berpura-pura menjadi korban setelah membunuh istri sirinya berinisial DH (56).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imannudin, mengatakan pelaku menguasai telepon seluler milik korban setelah pembunuhan terjadi. Dengan ponsel tersebut, pelaku kemudian berkomunikasi dengan kerabat korban seolah-olah dirinya adalah korban.
“Kemudian kenapa tidak ada kecurigaan? Karena selama beberapa waktu pasca pembunuhan itu terjadi, HP milik korban dikuasai oleh tersangka, dan tersangka melakukan komunikasi dengan orang-orang yang ada kaitannya dengan korban ini seolah-olah dirinya sebagai korban,” ujar Iman kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, pembunuhan terhadap korban terjadi pada pertengahan Oktober 2025. Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku diduga berupaya menutupi perbuatannya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari keluarga maupun orang terdekat korban.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan terus menggunakan ponsel korban untuk mengirim pesan atau berkomunikasi dengan kerabatnya. Langkah tersebut membuat keluarga korban mengira korban masih dalam keadaan baik.
Kasus ini akhirnya terungkap setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka pada Sabtu (7/3/2026) di sebuah rumah di wilayah Depok, Jawa Barat. Penemuan tersebut bermula ketika anak korban datang ke rumah untuk membersihkan tempat tersebut.
Saat membersihkan rumah, mereka menemukan jasad korban yang sudah dalam kondisi membusuk parah hingga menyisakan tulang. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Setelah laporan diterima, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku. Saat ini penyidik masih mendalami motif pembunuhan serta rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah korban dibunuh.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena pelaku sempat melakukan berbagai cara untuk menutupi kejahatannya selama berbulan-bulan sebelum akhirnya terungkap oleh penemuan jasad korban.(dhil/dtk)










