koranindopos.com – Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memulai pembangunan MRT Jakarta Lin Timur-Barat Fase I Tahap I sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota berbasis Transit Oriented Development (TOD). Pencanangan ini dilakukan di titik integrasi antara MRT Lin Utara-Selatan (Bundaran HI-Ancol Marina) dengan MRT Lin Timur-Barat (Cikarang-Balaraja).
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya MRT dalam mengubah wajah transportasi Jakarta. Sejak MRT pertama kali beroperasi pada Maret 2019 dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus, sudah tercatat 120 juta penumpang. “Kita memperluas jangkauan dengan MRT Lin Timur-Barat Fase I, yang diharapkan dapat mendukung Jakarta menjadi kota global melalui transportasi modern,” ujar Jokowi.
Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk jajaran Pemprov DKI, pemerintah pusat, serta Duta Besar Jepang dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, yang turut merealisasikan proyek ini. Heru menjelaskan bahwa MRT Lin Timur-Barat Fase I akan mencakup rute Medan Satria hingga Tomang sepanjang 24,5 kilometer dengan 21 stasiun.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menargetkan bahwa MRT Jakarta Lin Timur-Barat Fase I akan beroperasi pada 2031, dengan estimasi melayani 284.000 penumpang per hari. Fase ini berfokus di wilayah DKI Jakarta dengan total 31 kilometer dan 27 stasiun.
Proyek MRT ini dibiayai melalui pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB), dengan Kementerian Perhubungan sebagai Executing Agency dan Pemprov DKI Jakarta sebagai Implementing Agency. PT MRT Jakarta bertindak sebagai Sub-Implementing Agency, sementara pemerintah pusat memberikan hibah untuk pembangunan jalur di wilayah Kota Bekasi.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Dubes Jepang untuk Indonesia Yasushi Masaki, dan Dubes Indonesia untuk Jepang Heri Ahmadi. Pembangunan MRT Lin Timur-Barat diharapkan memperkuat sistem transportasi di Jakarta dan mendukung perkembangan kota berbasis transit. (hai)










