Koranindopos.com– Jakarta. Di awal tahun 2023, harga sejumlah komoditas pangan masih melambung tinggi. Hal itu disebabkan minimnya pasokan akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa bulan belakangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Suharini Eliawati mengakui masih tingginya sejumlah bahan pokok di Jakarta. Menurutnya, hal itu disebabkan masih terpengaruhnya suasana libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sehingga menyebabkan bebebrapa permintaan komoditas pangan mengalami peningkatan. ”Selain adanya kenaikan permintaan, pada saat ini terjadi penurunan pasokan akibat hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya kepada awak media pada Jumat (6/1/2022).
Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran menyebabkan harga masih pada posisi lebih tinggi dari harga normal. Belum lagi adanya kenaikan biaya produksi pada tahun ini. ”Kenaikan biaya produksi juga berpengaruh terhadap harga dasar perolehan,” katanya.
Suharini menyebut, saat ini pihaknya tengah berupaya memastikan kelancaran distribusi barang. Sehingga, tidak terjadi kelangkaan pasokan di Jakarta. ”Dan juga menjaga kepercayaan masyarakat bahwa stok ketersediaan pangan cukup tersedia di DKI,” tambahnya.
Berdasar harga rata-rata sembako di sejumlah pasar, diketahui masih terdapat beberapa bahan pokok yang masih melejit. Seperti, minyak goreng curah yang mencapai Rp 15.460 per kilogram, telur ayam Rp29.238 per kilogram dan ayam broiler Rp 39.523 per ekor.
Kemudian, harga komoditas bawang dan cabai pun masih tinggi. bawang putih sendiri masih berkisar Rp 35.681 per kilogram, barang merah Rp 41.795 perkilogram dan cabai merah besar (TW) sebesar Rp 50.227. Kemudian, cabai merah keriting Rp 50.227 perkilogram, cabai rawit merah Rp 71.500 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 61.348 per kilogram. (wyu/mmr)










